![]() |
| BLACKPINK Deadline World Tour 2025 (Sumber: kpopofficial.com) |
BLACKPINK in your area.
BLACKPINK baru aja sukses ngadain konser "DEADLINE" di Jakarta, tepatnya di Stadion GBK pada 1 - 2 November lalu. Selama dua malam, para BLINK sebutan untuk penggemar BLACKPINK, datang dengan outfit yang BLACKPINK banget, bawa lightstick, nyanyi bareng, loncat-loncat, dan dance bareng juga.
Di balik penampilan yang kelihatan perfect itu, ada hal penting dan pelajaran yang bisa kita ambil, kualitas kayak gitu nggak jatuh dari langit, nggak instan. Ia lahir dari kuantitas yang nggak kelihatan.
Kita tumbuh dengan pepatah, "Quality over quantity. Kualitas lebih penting dari kuantitas." Kedengarannya benar, kan? Tapi coba pikir lagi, benar nggak, sih?
Kualitas itu nggak tiba-tiba ada begitu aja. Ia bukan hasil inspirasi mendadak, tapi akumulasi dari ribuan pengulangan, kegagalan, dan jam latihan yang nggak kelihatan.
![]() |
| Lightstick Blackpink (Sumber: Instagram/marshatimothy) |
BLACKPINK dan Ribuan Jam yang Tak Pernah Diceritakan
BLACKPINK bisa bikin satu dunia gempar. Quality over quantity, kata orang. Padahal, yang bikin mereka segitu "berkualitas"-nya justru adalah kuantitas latihan yang gila-gilaan.
Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa bukan cuma tampil glamor di panggung. Sebelum debut, mereka latihan bertahun-tahun di ruang sempit tanpa sorotan kamera.
Jennie mulai latihan sejak umur 14 tahun, Rose dari Australia pindah ke Korea buat ngejar mimpi, dan Lisa, yang bukan penutur asli bahasa Korea, ngafalin lirik sampai larut malam supaya nggak salah ucap.
Di balik itu ada ribuan koreografi yang diulang, lirik yang salah, dan jam tidur yang hilang. Kualitas mereka bukan ada karena kesempurnaan, tapi karena kuantitas, kesalahan, dan terus diperbaiki.
Semua Orang Mau Skip Bagian Nggak Enaknya
Ini bagian yang paling manusiawi. Semua orang mau cepat sampai di "hasil". Mau tampil tanpa proses. Mau menuai tanpa menanam. Tapi dunia nggak bekerja seperti itu.
Kalau kita lihat video latihan trainee di Korea, mereka nangis, jatuh, diomelin, lalu bangkit lagi. Kuantitas kesalahan itu yang ngebentuk refleks, karakter, dan mental baja.
Kita kagum lihat BLACKPINK di atas panggung, tapi jarang mikir berapa banyak jam "nggak keren" yang mereka habiskan sebelum bisa segemilang itu.

My Ultimate Bias, Lisa Blackpink (Sumber: Instagram/marshatimothy)
Mungkin Kita Cuma Belum Latihan Cukup Lama
Kita nggak bisa nulis bagus kalau nggak pernah nulis jelek dulu. Nggak bisa jago ngedit video kalau nggak pernah hasilnya aneh dan norak dulu. Nggak bisa jadi performer hebat kalau nggak pernah tampil kikuk di awal.
Kualitas itu bukan lawan dari kuantitas. Kualitas itu hasil dari kuantitas yang konsisten. BLACKPINK bisa tampil "sempurna" karena mereka sudah jalanin banyak nggak enaknya duluan di belakang layar, berkali-kali, selama bertahun-tahun.
Kualitas memang penting, tapi berhenti di situ justru jebakan untuk maju lebih jauh lagi. Mungkin tulisan kamu belum dibaca banyak orang, bukan karena nggak bagus, tapi karena baru lima kali kamu posting, belum lima ratus. Mungkin bisnis kecilmu belum stabil, bukan karena idemu jelek, tapi karena kamu baru nyoba tiga kali, belum tiga puluh.
Kita terlalu cepat menyimpulkan, terlalu cepat berhenti. Padahal, orang-orang yang kita anggap "berkualitas" itu bukan hanya karena mereka lebih berbakat, tapi karena mereka lebih gigih.
Kualitas Itu Buah dari Kuantitas
Coba pikir, kalau BLACKPINK cuma latihan seminggu lalu debut, masihkah mereka jadi fenomena global? Tentu tidak.
Mereka bisa menaklukkan dunia justru karena bertahun-tahun mengulangi hal yang sama sampai semua otot, napas, dan mimik jadi otomatis.
Jadi dalam konsep self-growth bukan,
quality over quantity, tapi quantity until it becomes quality.
Bukan sedikit tapi sempurna, tapi banyak, salah, dan belajar sampai jadi sempurna.
Jangan Takut Gagal
Kalau hari ini kamu masih di fase ngerasa gagal, tulisanmu belum rapi, kontenmu engagementnya belum bagus, karyamu belum diakui, jangan buru-buru minder. Justru di situlah kamu sedang menanam kualitasmu.
Karena kayak BLACKPINK, kamu mungkin juga akan punya panggungmu sendiri nanti. Saat waktu itu datang, semua jam latihan yang "nggak keren" itu akan jadi alasan kenapa kamu pantas berdiri di sana.


Inspiratif sekali.. Industri hiburan Korea yang dilaksanakan dengan serius menghasilkan kualitas yang diakui dunia...
ReplyDelete